Wednesday, September 16, 2020

Teriakan sebarang pohon

Tepat di pojok rumah saudara itu, aku begitu asyik mendengarkan, dari ujung ke ujung begitu mengalir, mengisi ruang dengan kegembiraan. Tak lupa seperti biasa, berkata satu dua kata, hanya sekedar menambahi, tak pernah memulai. Aku terheran-heran, betapa hebat mereka menyusun suasana, bukan seperti manusia goa, takut cahaya, selalu bersembunyi dibalik malam, berkata sekeras pohon yang hendah dipotong dahannya.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...