Aku tak pernah ingin menyentuh, apalagi memetik setangkai bunga, aku hanya ingin memberi akarnya pupuk, menyiraminya dengan air, agar ia dapat tumbuh dengan baik, supaya aku tenteram melihatnya, hati ku tenang terisi keharuman.
Setelah beberapa waktu, aku harus menerima kelakuan alam, tiada bunga yang tak layu, bahkan aku harus melihatnya membusuk, jatuh bagai sampah yang berantakan, digenggam angin menuju surga.
Sekarang kau pohon tanpa bunga, tetapi aku mencintai mu bukan karena itu, setiap awan menjatuhkan rintiknya pada bumi, aku bukan matahari yang menguapkan , bukan pula angin yang menggiring, aku hanya melihat mu sebagai nyala juang hidup ku, titik.
No comments:
Post a Comment