"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kesakitan jerit penjara memantul tanpa lubang, kapan segala perubahan datang, kesabaran menghentak menunggu tenang. Sampai kapan semua berakhir, aku tak sanggup lagi berfikir, tancapan panah-panah ini sungguh beracun , kesedihan yang tak pernah memanggil siapapun." Siapakah yang dapat mendengar, adakah yang mampu melihat, cucuran air mata telah terpancar, menahan api melumat karat. Apa yang harus dilakukan, semua nampak tergenang, apakah harus bertahan, jiwa menjadi medan perang.
Apakah harus mati dulu?
Apakah harus, aku mati dulu?, agar kau datang?.
No comments:
Post a Comment