Manusia tangguh, terkadang bukan dari ukuran waktu, tetapi dari masalah yang telah terlalui. Kesedihan atau kegembiraan, warna-warni itu menyatu membuka mata lebih lebar, meskipun bukan dengan penyelesaian, rasa berserah pun akan membawa pada kehidupan yang lebih bermakna.
Jauh ku dengar dari arah kanan, mereka terkekeh-kekeh mendengar kata itu, mereka menganggap tiada arti dari semua ini, hidup hanyalah persoalan harapan dan ketakutan, untuk apa mengejar kesimpulan, perjalanan ini tiada ujung, berhenti bukanlah tentang sampai, hanya titik dari peristirahatan untuk bermetamorfosis ulang, memang tidak ada kata berpuas.
Setelah itu terdengar bisik-bisik dari arah kiri, sosok itu tersenyum tajam, katanya " Aku heran pada mereka, akulah yang telah berhenti, dari ujung sana aku turun, aku telah berada pada ujung, berurusan dengan makhluk baru yang berada jauh dari telapak kaki ku, puncak pengetahuan telah aku raih, tetapi aku tidak mampu melepas kelekatan, aku tahu sosok kuasa, tetapi aku tidak mengetahui kasih-sayangnya, hanya dengan aku tak mau bersujud karena aku merasa dicinta, tetapi aku malah terusir dari pandangannya, apakah aku tidak tahu Dia Penyayang?, kemudian mereka mengutuk ku, mereka tak sadar tentang siapa aku, mengapa mereka tidak berfikir tentang pengujian nalar, aku telah menyelam langit, tetapi mereka hanya menyusun rupa untuk lubang dari dalamnya kebodohan, siapa yang berkata aku adalah api, mereka adalah matahari.
No comments:
Post a Comment