Bagian dari kesabaran adalah menerima kebenaran dan mengakui kesalahan.
Bukan hal mudah menerima kebenaran, karena kita harus siap kecewa dengan diri sendiri dan membenarkan orang yang tidak kita sukai.
Tidak mudah mengakui kesalahan, karena kita harus rela mencela diri sendiri dan membenarkan orang yang kita benci.
Sampai terkadang kita bimbang, bahwa memang mungkin saja kita bukanlah orang baik, dan musuh kitalah yang mungkin malah ada dipihak Tuhan.
Kita merasa diseimbangkan atau bahkan ditumbangkan dengan kebenaran dan kebaikan orang lain, karena ketidak-sadaran
diri bagaimanapun harus dilawan, meskipun itu artinya menyakiti diri sendiri, tetapi demi kebenaran itu, bukan hanya pembelaan kepentingan pribadi.
No comments:
Post a Comment