Tuesday, June 30, 2020

Kucing dan Kaca

Menghadapi macan dengan memelihara kucing yang menagih hutang, tidak dapat kau katakan sebagai pembelajaran.
Kau belajar dari hal yang semisal, hanya pada sisi lahir, padahal dalam sifat sangat bertentangan. 
Kau melihat sehelai bulu mata yang tersangkut di kerah baju, hanya dengan pernah melihat sebelumnya kau mampu menentukan, tetapi kau pernah melihat bulu yang membalut tubuh tikus. Kau yakin hanya karena tak pernah tahu. Seekor tikus mampu melintas di atap-atap kayu rumah mu. Angin dan air tidaklah sama.
Apakah yang benar dari peperangan diantara para pembela kebenaran?.
Seperti engkau dari bawah melihat angka 6 dan musuh mu dari atas melihat angka 9.
Hidup jauh lebih luas dari sekedar bentuk.
Bumi tidak sekedar bulat, tidak sekedar laut. Bumi telah lahir, seperti manusia, ia tumbuh dan berjalan.
Penduduk bumi menyangka, matahari telah mendahului bulan, terlihat dari kekuatan apinya. Tetapi mereka telah sadar, terkecoh oleh persaingan, padahal setiap sesuatu, melalui garis edarnya masing-masing.
Tetapi, tertidurnya kesadaran, juga telah membuka rahasia alam. Kau lihat, air telah dapat berjalan menaiki tangga. Mereka yang tertidur akan terbangun, dan menerima kesegaran melebihi tubuh yang telah takjub hanya dari menyentuh air. Kematian, jeritan tangis, dan teriakan perang sudah menjadi pertunjukan dari dahulu. Lihatlah, karena kau tidak mampu menutup mata mu.
Seluas dan sedalam apa kau gali isi diri mu, semua akan lenyap tertelan penyaksian kuasanya. Kau tak akan mampu berkata, tetapi berkatalah, karena aku hendak bercanda juga dengan mu.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...