Batu dengan kekerasannya, adalah cermin kesabaran mu. yang bertebaran, telah mengantar pesan persembunyian.
Akulah pecahan batu, dari asal ku yang satu.
Akulah percikan embun, dari asal ku yang sunyi.
Akulah darah penghabisan, dari asal ku yang tegar.
Akulah itu, semut yang tak terlihat oleh keagungan mu, bahkan teriakan ku, tak mengguncang walau setitik debu.
No comments:
Post a Comment