Apakah kau ingin menjadikan ku sebagai binatang ternak?, makanan yang kau suguhkan hanyalah rerumputan yang kau potong.
Mengapa kau tutup mata ku, agar aku hanya dapat tumbuh dari racikan tangan mu?.
Kau mungkin akan lebih dulu mati, maka aku akan masih hidup dan mencari.
Jika aku mati terlebih dahulu dari mu, maka aku akan malu menghadap Tuhan, jika dalam hidup ini ternyata aku tak lebih dari seekor anak ayam yang mengikuti taburan beras menuju suatu kandang.
Aku punya kaki dan hati, aku mencari dan juga memahami.
Selama ini aku menanggung hukuman tanpa seorang teman, dalam gelap diam aku tercekam, dan kau hanya melihat kehadiran ku dalam kepalsuan.
Selama ini pula aku banyak tertawa, dalam keliaran dikurung penjara, seorang diri juga, tiada yang ikut berbahagia.
Ketakutan mu adalah pembodohan bagi ku, kau tutup kepala ku dengan kain lusuh yang bahkan telah aku tanggalkan dahulu.
Kau tak pernah tahu tentang diri ku, karena setiap rahasia menjadi sumber alasan yang tersembunyi, sedangkan apa yang ku tampakkan hanyalah asap-asap sebagaimana api yang membebaskan kekerasan kayu. Kau tak pernah tahu, hal apakah yang menyalakan ku.
No comments:
Post a Comment