Mungkin, bahasa masalah itu kurang pantas, yang benar itu cobaan.
Cobaan terjadi dengan adanya masalah, maka masalah itu adalah bentuk dari cobaan.
Menghukum diri sendiri memang pekerjaan orang yang yang masih memiliki rasa bertanggung jawab atas kesalahan.
Tetapi dengan berlarut-larut air mata mengalir, manusia seperti hendak menjadi malaikat, padahal Tuhan mentakdirkan dirinya sebagai manausia yang bisa salah, lupa, takluk pada nafsu, dendam, putus asa dan sebagainya.
Jikalau tidak, mengapa Tuhan menurunkan kitab yang membahas juga tentang sifat-sifat manusia?.
No comments:
Post a Comment