Friday, May 3, 2019

Tahukah kau?

Dimanakah keberadaan ku setelah semua ini?, apakah benar sudah saatnya aku akan tergerus  angin?.
aku sudah ingin naik keatas sana, karena air penebusan sudah diatas dada, aku akan berada diantara awan-awan yang luas itu, kau tak kan mungkin dapat melihat ku lagi, namun aku akan terjatuh bersama diantara butiran gerimis yang akan datang, dan aku akan menjadi Santapan akar rumput rumah mu, aku akan menghampiri mu dalam segenggam udara, agar dapat kau hirup untuk beberapa detik nafas hidup mu, agar aku berarti, ketahuilah tetap saja rasanya sakit, jika selama ini aku tersenyum agar kau ingat, dan sekarang aku harus berarti seperti air yang tak pernah kau syukuri, sebelum selamanya aku takkan pernah tersentuh apapun kecuali tangan tuhan, aku ingin berkata, bahwa saat ini pun aku sudah lenyap, aku hanya tinggal setitik, dan menunggu matahari melenyapkan ku, maka jika kau ingin berkata-kata, maka katakanlah segera!.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...