Dimanakah keberadaan ku setelah semua ini?, apakah benar sudah saatnya aku akan tergerus angin?.
aku sudah ingin naik keatas sana, karena air penebusan sudah diatas dada, aku akan berada diantara awan-awan yang luas itu, kau tak kan mungkin dapat melihat ku lagi, namun aku akan terjatuh bersama diantara butiran gerimis yang akan datang, dan aku akan menjadi Santapan akar rumput rumah mu, aku akan menghampiri mu dalam segenggam udara, agar dapat kau hirup untuk beberapa detik nafas hidup mu, agar aku berarti, ketahuilah tetap saja rasanya sakit, jika selama ini aku tersenyum agar kau ingat, dan sekarang aku harus berarti seperti air yang tak pernah kau syukuri, sebelum selamanya aku takkan pernah tersentuh apapun kecuali tangan tuhan, aku ingin berkata, bahwa saat ini pun aku sudah lenyap, aku hanya tinggal setitik, dan menunggu matahari melenyapkan ku, maka jika kau ingin berkata-kata, maka katakanlah segera!.
Friday, May 3, 2019
Tahukah kau?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment