Apa yang kau lihat, aku juga mengetahui, namun apa yang kau tangkap, tak selalu sama dengan apa yang aku terima. Lihatlah ke dalam jiwa mu yang kau anggap manusiawi, dan aku pun juga akan menyelami jiwa ku yang penuh imaginasi. Bariskanlah kata hati mu yang kau anggap lurus, aku pun akan menyusun kata hati ku yang berserakan. Dapatkah kau bedakan apakah sebuah transaksi dengan sebuah pengorbanan?. Kau pasti tahu sebuah transaksi diikat oleh sebuah keuntungan. Dan pengorbanan dikendalikan oleh penerimaan. Dapatkah kau memilih warna saat kau buta?. Apakah yang kau dapatkan dengan memilih sesuatu yang tak kau ketahui kesesuaiannya, kau dimenangkan karena tak mengetahui perbedaan?. Atau dapatkah dengan mata mu yang tajam memastikan waktu takkan pernah memudarkan, kau ketakutan karena matamu dapat melihat banyak pilihan di didunia?. Untuk apa kau bicara panjang lebar tentang aturan, kau tahu aturan sebenarnya hanya diberlakukan bagi mereka yang memiliki kebangsatan, dalam dunia kebahagiaan aturan ada dalam perasaan bukan dalam bentuk tulisan. Tapi jika ukuran mu keamanan maka ukuran mu adalah kelihaian berstrategi, maka ukuran mu adalah mengambil Seberapa banyak kau akan mencoba, menjelajahkan hati mu pada apa yang kau harapkan dan apa yang kau dapatkan, jika kau berkaca maka bertanyalah dimana waktu mu berada, dimana tempat mu terpampang, bukalah kejujuran mu dan aku pun akan membuka suara ku. Jika kau cipta kata-kata, maka akupun menyukai sastra, bukan berarti aku tak bisa membaca, namun karena aku sudah tahu alurnya. Jangan kau anggap kata manis mu adalah gula bagi ku, karena aku tahu gula itu memang manis, tapi lebih dari itu aku hanya merasa tahu mana yang berkalori tinggi mana yang tidak. Seperti sirup yang dikerubungi semut dan seperti manusia yang takut berjihad karena ingin menjaga, bukan karena takut dengan kematian, hanya karena takut kehilangan cinta, baginya semua dapat diserahkan kecuali apa yang ada di hati, bukan seperti kau yang mati berharap dijemput bidadari, atau kepasrahan tanpa pengorbanan, atau pengorbanan dengan melanggar aturan tulisan, semua hanyalah tentang perbedaan, bukan selalu kau pemilik kemuliaan.
Thursday, May 16, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment