Monday, May 20, 2019

Perasaan

Suatu saat kau akan mengerti wahai manusia, bahwa memang masing-masing dari kalian memiliki kehidupan, kebahagiaan, dan kesedihannya kalian sendiri-sendiri. Kita semua berbeda, maka apa yang ada juga pasti akan berbeda, jangan selalu meyamakan diri mu dengan orang lain, namun samakanlah diri mu dalam hal ketawadhuan bahwa tidak ada daya dan upaya tanpa pertolongan Tuhan dan kita semua adalah hambanya yang tidak boleh merasa lebih dari yang lain, kita semua tak memiliki apapun tanpanya. Apa yang membuat mu bahagia bisa saja berbeda dengan apa yang membuat orang lain bahagia, begitupun dengan kesedihan. Kau pun akan mengerti,  menertawakan orang terhadap persoalan hidup orang lain adalah sebuah bentuk penghinaan, karena yang kalian tahu hanya pucuknya, seperti gunung yang berada di laut, kalian sama sekali tak mengetahui yang tersembunyi dibalik hati. Suatu saat mungkin saja kau akan disadarkan oleh kehidupan mu sendiri, bahwa berbuat baik dan menjaga perasaan orang adalah sebuah kemuliaan yang sangat besar. Janganlah mengandalkan logika atau ilmu mu dalam memutuskan baik atau buruk, timbanglah itu semua juga dengan kacamata batin dan etika. Apa yang kau anggap perbuatan remeh jangan-jangan adalah dosa mu yang terbesar, dan sumber dari segala kehancuran mu di akhirat karena telah sewenang-wenang terhadap makhluk Tuhan yang lain. Ingatlah, permintaan maaf hanyalah sebuah kata, dan perbuatan mu adalah penderitaan baginya, bagaimana jika kelak orang yang kau dholimi tidak memaafkan mu karena terlampau menyakitkan kedholiman mu?. Ingatlah, berdoalah wahai diri ku, agar aku terhindar dari berbuat dholim dan terhindar dari mendapat kedholiman dalam sengaja maupun tidak.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...