Kita semua berjalanan menuju Tuhan, berharap Tuhan menerima kehadiran kita dalam suka-cita. Boleh jadi memang kau berjalan menujunya dengan membawa kedewasaan, harta, pengetahuan, dan pahala. Sedangkan aku berjalan menujunya dengan membawa masa pencarian diri, kebodohan, dan dosa. Tuhan selalu melihat semua hambanya, karena Dia Maha Melihat. Takdir mempertemukan kita dijalan yang sama, dan karena engkau lebih unggul dari ku, kau pukul kepalaku, kau tusuk jiwa ku dari belakang dengan tertawa mengejek menghina, terkaparlah aku yang malang tak berdaya penuh derita. Dan kau dengan senyum bangga mempercepat jalan mu menuju Tuhan, dengan percaya diri dan tak sabar kau berharap ridhoNya. aku yang tergeletak jauh dibelakang mu ingin tahu, sampai detik ini menunggu, apakah Dia menerima mu?. Apakah Dia tidak mengasihani ku, apakah aku hamba yang tertolak, bukankah aku juga ingin berada disisiNya, bukankah perjalanan ku juga hendak menemuiNya?. mengapa hamba mu itu sewenang-wenang terhadap ku yang juga hamba mu, apakah Tuhan akan diam saja dengan keadaan ku, bukankah seharusnya Tuhan sendiri yang segera berlari menolong ku, dan mengabaikan hamba itu terlebih dahulu?.
Tuesday, May 21, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment