Bukan aku tak setia kawan, tapi bagaimana mungkin semua akan jadi sama, saat aku mengetahui kawan ku bersikap sama seperti musuhku memperlakukan ku terhadap orang lain?. Sebuah bangsa bersatu berjuangan karena senasib, karena derita yang sama. Tak mungkin bangsa terjajah yang mengecam penjajahan akan merangkul penjajah, kecuali kalau bangsa itu adalah bangsa busuk yang hanya bermanis muka menyembunyikan kepentingannya.
Tuesday, April 30, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment