Tuesday, April 30, 2019

Aku

Aku adalah tempat kumpulan sampah berserakan mu, kau lemparkan sampah pada ku sesuka mu, menyebut ku sebagai tempat yang kotor dan bau, kau bakar sampah yang ku peluk dari mu, kemudian kau lihat jiwa ku telah menghitam, hangus, dan gersang, berkatalah bahwa aku tempat yang tandus, dan bunga tidak akan pernah lagi tumbuh diatas ku, sebutlah bahwa aku batu.

Hujan tak mampu meleburkan ku, air mata tidak bisa melunakkan ku, jiwa ku memberontak mempertanyakan mu, tentang apa salah kaki ku yang kau potong, bukankah aku sudah begitu takut pada kuasa mu, namun mengapa kau tunjukkan lagi dan lagi pada ku, bukankah setiap kali aku berdoa itu memohon pada mu, mengapa semua ini harus aku lewati, ada apa di depan sana sehingga kau membuat ku harus bertahan, dan dengan apa aku mampu melewati semua dengan segala kelemahan, kau memukuliku, tapi tangan mu pula yang menguatkan dan melindungi, kau itu mengapa begitu?

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...