Ditanah yang begitu banyak ditumbuhi kepolosan itu nampak tidak ada lagi keberpura-puraan.
Kehidupan tidak lagi berjalan seperti yang seharusnya menurut siapa-siapa, namun semua berjalan masing-masing apa adanya. Terkadang memang harus menahan ketidak nyamanan, namun bagaimana mungkin sikap kejujuran yang terbalut bahasa yang tidak sopan lebih buruk dari pada pencitraan. Tentu, segalanya ada batas toleransi, dan hati nurani adalah sumber dari pada segala hukum. Jika hukum malah melanggar nurani kemanusiaan, berarti semuanya hanyalah kelicikan.
Sunday, April 21, 2019
Disana
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment