Sunday, April 21, 2019

Degradasi

Ular yang bersisik indah itu hidup dalam keterasingan, dia tenggelam dalam sarang tanah setengah hari, dan setengah harinya dia muncul kepermukaan untuk mencari kebijaksanaan, siapapun yang melihatnya akan memuji, dikatakan bahwa sisik warnanya meneduhkan mata. Ular itu sadar bahwa dia dipuji, namun dia menyadari hakekatnya tetaplah seekor ular, dan yang dipuji bukanlah hakekatnya, namun hanyalah pakaiannya, apakah perlunya pakaian yang pasti akan usang di makan waktu, dia juga berkeyakinan bahwa siapapun yang menganggap dirinya berbisa pasti juga akan menggebuk kepalanya dikala lengah.

Waktu terus berjalan, dahulu ular itu memang berfikir hakekatnya memang adalah ular, namun tanpa sadar ternyata bumi tempat dia menyusuri jalan semakin hari semakin panas dan merubah hakekatnya dari yang semula dia seekor ular kini berubah menjadi seekor cacing, tubuhnya sangat rentan dengan matahari, dan dia benar-benar butuh bertapa panjang dalam gelap senyap dalam tanah, agar kehidupannya yang kini seperti cacing tidak merosot lagi menjadi belatung.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...