Begitukah cara mu mengajari ku Tuhan?, dengan memukuli ku sehingga aku babak belur terus menerus, merasakan kesedihan yang terus berlanjut, kesakitan yang membuat ku merasa gila, air mata yang tak pernah berjeda dalam setiap harinya dan hasilnya sampai saat ini aku masih merasa jauh sangat dari mu... Apa mau mu? Kau hanya ingin menunjukkan kuasa mu?, Kau itu maha kuasa atau maha semena-mena?. Terimakasih atas semua karunia telah aku rasakan, dan memang semua yang kau beri tak sepadan dengan hanya secuil keremukan ku, namun aku hanya manusia yang lemah dan mengejar kebahagiaan yang sempurna, maklumi aku berkata-kata, aku telah banyak mencela diri ku sendiri, berbagilah dengan ku, terimalah keluh kesah ku, aku ingin bahagia!!!!!.
Tuesday, April 30, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment