Setiap dari manusia akan meleleh, salju yang terus terpapar matahari pada akhirnya akan menyerah dan mencair. Waktu telah menyimpan rahasia dengan halus, digerusnya usia dengan tenang tanpa bius. Mereka berkata bahwa, menertawakan kesedihan adalah ketangguhan, saat kebajikan banyak yang terlewatkan dan kesia-siaan menjadi selimut kehangatan. Sudah berapa kali manusia bernafas?, ada berapa banyak lagi tarikan yang dapat direngkuhnya?. Setiap detik adalah genderang, lalu mengapa manusia terus bermain-main saja?. Tidur begitu lelap sampai menghabisi setengah kehidupan.
Orang-orang bijak memiliki mulut yang kaya, seorang pembual seperti suara segerombolan nyamuk pengganggu. Seorang penjahat yang menderita karena kasadaran dan penyesalan, Tuhan akan memandangnya dengan berkata, "Dia adalah hamba ku, Aku adalah Tuhannya, dia tidak memiliki siapapun kecuali Aku.". Apa saja yang tidak abadi, tidak akan dihargai. Lalu, untuk apa seutas bunga itu?. Ambillah dari ku, tamannya, buku. Untuk apa kau peluk erat sesuatu yang termakan musim, bunuhlah Aku!. Seseorang yang menyimpan kelembutan di wajahnya akan membuat malu para pembenci, seseorang tak akan berani datang jika tidak diundang dikerumunan para rupawan. Para pembesar dunia akan menjaga wibawa dan berkata, " Ini semua adalah untuk kebaikan!", seolah kehidupannya mewakili kebenaran dan kemuliaan. Seseorang yang lambat berbicara, telah berkata banyak di dalam kepalanya. Mengapa kemungkinan yang menyelamatkan manusia dari fitnah tak pernah menjadi awal dari ucapan yang keluar dari mulut?. Mereka yang buta tak akan melangkah sebelum meraba tanah yang ada dihadapannya. Seekor kucing dan harimau akan sama saja bagi yang dimangsa. Domba bagi srigala dan manusia tercela adalah sama. Setiap manusia berharap lebih dahulu berkata "cukup", sebelum orang lain memberitahunya. Para pengembara akan mendapat banyak perkataan, kalimat yang berbeda-beda akan menghampirinya disetiap jalan, Dia yang ada diatas semua khayalan, memiliki segala kekuasaan.
No comments:
Post a Comment