Saat aku ada di kota itu, aku merasa seolah baru tahu setitik bagian dunia. Selama ini yang ku lihat adalah tingginya bukit dan luasnya lautan, namun disana aku melihat bangunan menjulang dan sungai besar terhampar. Selama ini yang kulihat adalah jalan setapak, jalan berbatu, dan jalan aspal bopengan, namun disana ada jalan lebar dan bagus yang disangga tiang-tiang besar, mereka menyebutnya jalan tol.
Ah.. Tetapi rasanya... apakah aku ini di takdir untuk menjadi penonton dan pengintai, bukan pendengar dan pengikut?.
Setelah membaca atau menulis, udara menjadi pembius kesadaran, sungguh pengetahuan atau kengantukan.
No comments:
Post a Comment