Sunday, February 2, 2020

mendongak

Lalu kau memandangi langit penuh tanya, kau berpikir pada jumlah debu yang tersapu suara, apakah pernah kau coba terka bagaimana daun-daun itu tahu diri?. Bukankah Kau juga mengayunkan mata ke segala arah?, bahkan tanya mu telah membuat gelombang semakin rapat, tetapi kau telah tahu, ada jalan yang telah terpijaki, kaki yang melangkah gagah ataupun lemah akan terus memperpanjang titik. Lalu bukankah akan kau coba lagi?, memejamkan mata?, tak adakah tentang Tuhan yang terkandung dalam aliran darah mu?, Dia yang kau salahkan saat hujan turun tidak sesuai harapan, tak pernah kau syukuri saat alat kehidupan dengan lengkap terpenuhi, jangan kau tak usahkan semua yang terjadi meskipun kau lebih yakin akan hampa, kau tahu tetapi sebenarnya tiupan-tiupan jiwa mu selalu bergemuruh merdu dan terkadang kencang bukan?. Terakhir adalah bahwa matahari akan tak berarti, bagi yang kehilangan makna terhadap senyum yang abadi. Bukankah manusia punya mata, telinga, dan pusat kendali?.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...