Suatu hari, di pasar pagi yang ramai, tiba-tiba ada seorang pemuda berteriak, "pencopet!", dengan sigap pemuda tersebut berlari dan menghantam pipi pencopet tersebut sampai terjatuh, dukungan pun datang, disusulnya banyak hantaman dan tendangan dari masyarakat setempat, seolah sekarang pertunjukan pencurian beralih menjadi penganiayaan, kelicikan dibalas keganasan, dibayarnya pencurian itu dengan menjadi tikus yang menjadi mainan gerombolan anjing. Uang tak berhasil dibawa lari, tetapi malah menanggung kesakitan dan biaya kulit yang tersobek, tubuh yang lebam, harga diri yang jatuh, dan permaluan diri yang menyedihkan.
Setelah menjadi lelah dan puas diri menginjak-injaki tubuh pencuri, pemuda itu berkata dengan penuh kemarahan, "Bajingan!, kau ambil uang seenaknya saja!. Aku saja kerja keras untuk mengumpulkan uang!.". Dia merasa iri jika ada orang mendapat rezeki dengan mudah. Dia tak rela menanggung kerja keras sedangkan yang lain terasa mudah.
Jadi apakah yang kau sayangkan dari kejadian tersebut?, uang atau kelakuan?. Materialisme atau akhlak?. Jika ada pencuri, yang membuat mu kecewa uang yang ditangannya atau perbuatan buruknya?.
No comments:
Post a Comment