Thursday, August 1, 2019

Panggil

Terbukanya mata ku hanyalah sekedar tetesan embun, dan lenyapnya diri ku seperti awan yang dihempas angin. Aku memang akan dilahap dunia, nama ku akan segera sirna. Sayap ku yang terluka, tidak ada beda dengan mereka yang terpenjara. Setiap nafas yang ku hembuskan, aku bermimpi menjadi bagian yang ada, karena jika nama Tuhan telah membuat ku tak berdaya, maka atas nama apa aku memanggil-manggil nama mu?, penderitaan? atau kebahagiaan?.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...