Aku merasa ingin mencari sejarah kebahagiaan. selama ini yang ku tahu adalah sejarah perjuangan, pengorbanan, dan kepahlawanan. Seseorang menang dari peperangan, dari kejahatan, dari kegagalan, dari persaingan, dan lain-lain, namun intinya bukan menang memenggal kesedihan. Banyak tokoh-tokoh pendiri bangsa, yang namanya harum dan dikenang, bahkan menjadi inspirasi dan pedoman, namun yang ku tahu juga hidupnya penuh dengan api peperangan batin sampai mati meskipun kemerdekaan sudah berada di tangan. Apakah hidup itu hanyalah perjalanan menempuhi semak duri belukar?. Dimanakah jalan lurus penuh bunga bermekaran?. Kapankah aku merasakan lagi bahwa surga itu ada saat hujan datang dan tempe hangat terhidang?, padahal Tuhan, aku yakin kau mampu menciptajan surga sesederhana itu saja, tak perlu kau membuat sungai yang berasa susu dan permadani-permadani indah. Hanya cukup engkau legakan lahir batin ku dengan perasaan puas dan sudah. Seperti anak kecil yang merasa bahagia dengan bermain, dan pulang membawa lelah dan kemudian terlelap damai, dengan membayangkan esok akan ada permainan apalagi yang membahagiakan. Bukankah yang seperti itu adalah surga, bukankah inti dari surga adalah bahagia, memang benar kata orang bijak, mereka yang berbahagia adalah mereka yang tak memiliki beban.
Monday, August 5, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment