Aku ingin pergi, ingin aku menatap indahnya senyuman pagi, sejuknya malam dalam ramai maupun sendiri, aku ingin pergi. Kemanakah langkah ku tertuju jika waktu telah memanggil ku?, jika keadaan telah menasehati ku dengan lembut kepada tempat yang ku rindu, akankah aku akan menemui diri ku seperti itu?. Tahap demi tahap hidup telah aku jalani, sampai disini telah melewati batas bayangan, beberapa tak ada yang sama sekali terimaginasi. Aku bahagia telah pantas dengan rupa dan usia, dan lebih bahagia lagi jika lebih muda, aku tertawa. Dahulu waktu mengajari ku untuk segera menerima dewasa, dan ternyata terhadap lidah manusia harus waspada, mereka punya pikiran yang disembunyikan kepala, tapi mulutnya bebas buas melahap tanpa merasai makna. Mereka punya hati hanya untuk peduli pada diri sendiri. Setelah beberapa waktu berlalu, 23 tahun berjalan-jalan bersama kaki, kepala, dan hati. Beberapa mengajari, tanpa memenuhi. Memberitahu jalan, tanpa mau mengantarkan. Memberi pesan, kemudian membiarkan. Menjalani... Menjalani... Itulah kata yang masih dapat aku katakan. Aku tak bisa berbohong dengan diri ku sendiri, dan ku rasa Tuhan juga tahu, tapi aku tak tahu bagaimana dia akan memperlakukan ku. Aku tak paham bagaimana Tuhan pada ku.
Friday, August 23, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment