Seorang pencari kayu, hendak mencari penghidupan dan makna diri, dia telah cukup berani memasuki beberapa hutan untuk mencari kayu kering yang sesuai dengan ukuran kapaknya yang sederhana. Saat ini terdapat dua tempat untuknya, sang keluarga kerajaan hutan menerima dirinya untuk bekerja sama, tugasnya adalah tentu untuk kepentingam hutan. Dia mencari penghidupan, makna diri, dan tugasnya adalah sesuai dengan apa yang dia sepakati. Dia berusaha bertanggung jawab, tapi ternyata bukan hal yang melulu menyenangkan. Tapi semoga saja dia bisa menyelesaikan tugasnya hingga ada tempat hidup yang membuatnya tersenyum lebih lebar. Aamiin
Thursday, August 8, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment