Wahai orang berilmu yang jahat, kalian telah menjadikan dunia di atas kepala kalian dan agama dibawah kaki. Ucapan kalian menawarkan obat, sedangkan amal perbuatan kalian menebarkan penyakit. Perumpamaan kalian seperti pohon yang memikat mereka yang memandang, namun membunuh orang yang memakan.
-Isa AS, qishashul anbiya-
Wednesday, May 29, 2019
Ngaca
Aku bukan mereka
Seseorang bisa dengan sangat mudah menirukan dengan lisannya apa yang dikatakan para rasul dalam kitab suci, namun ketahuilah seseorang itu bukanlah seorang rasul itu sendiri dengan segala keutamaan mereka. Seseorang bisa sangat mudah meniru apa yang dikatakan para wali, namun keadaan mereka bukanlah seorang wali dengan kedekannya pada Tuhan. Siapakah diri mu wahai diri ku yang busuk lagi tercela?. Lancang sekali lisan maupun tulisan mu bergerak, tak tahu diri kah kau wahai diri ku?. Bahkan hanya untuk memahami satu kata saja aku perlu waktu berpuluh-puluh tahun, itupun kau belum selesai dengan keyakinan mu.
Ya Alloh, aku tahu diri meskipun jauh lebih banyak lupa diri. Ya Alloh kau menyuruh ku untuk bersikap seperti mereka yang mencintai mu dan kau cintai, namun aku tahu keadaan ku tidaklah sama dengan mereka. Aku dengan begitu tersungkur tak berdaya hina mengaku, bahwa bagaimana mungkin jika hanya untuk mengingat mu, mendekati mu saja aku begitu berat. Bagaimana mungkin aku bisa menelan perkataan para pencinta mu?, bagaimana mungkin juga bisa melakukannya?.
Tapi ya Alloh aku mengharapkan mu, agar engkau menolong ku, menjadikan ku termasuk orang yang kau kasihi. Engkau maha mendengar setiap permohonan hamba. Dan engkaulah yang dikatakan bahwa yang maha penyayang diantara para penyayang.
Sunday, May 26, 2019
Hak
Hak seseorang adalah diperlakukan sesuai dengan apa yang menjadi keridhoan seseorang itu sendiri, Tuhan berbicara kemanusiaan secara umum, bukan tentang apa agamanya, bukan apa yang menjadi prinsip pribadinya. Silahkan berbicara tentang hukum syariat, tapi juga pandanglah perasaan orang lain, bagaimana pun seseorang merasa di atas kebenaran, bukan berarti dia selalu dalam jalan kebaikan, bukan berarti bebas tanpa etika, lebih-lebih jika mengabaikan kepekaan hati nurani sesama. Orang buta hati memandang perbuatan buruknya adalah hal yang remeh, sedangkan dia berfikir dampak baiknya jauh lebih dominan bagi kepentingan diri maupun tujuannya, dia ingin jadi pahlawan kesiangan, padahal bagi yang dikenai keburukannya, tanpa mau tahu sangatlah menderita. Dia seperti dua sisi koin, yang satu bertuliskan Tuhan dan sisi lainnya bertuliskam iblis. Dia ingin jadi malaikat bagi orang yang dikehendakinya tanpa peduli dia telah jadi srigala yang mengoyak daging orang lain. Manusia amat egois menggunakan alat yang namanya agama untuk meraih kepentingan duniawi maupun akhiratnya, dia memandang bahwa itu adalah cara yang sah dipakai manusia untuk bahagia, dia memandang Tuhan layaknya dirinya yang begitu licik mensiasati keadaan untuk keegoisan. Tuhan tahu bagaimanapun baiknya cara yang kau yakini benar secara agama, tetap saja itu pelanggaran kemanusiaan. Apa kau pikir hamba Tuhan itu hanya kau saja, apa kau pikir yang benar itu kau saja?,
Friday, May 24, 2019
Akan
Cahaya di kegelapan selalu menciptakan bayang-bayang, dia bergerak sebagaimana arah angin bertiup, wayang sebagai kisah kebijaksanaan dalam memandang hidup, sekarang telah berkumandang redup, terpental jauh oleh hantaman umbaran kepalsuan.
Ku letakkan kaki ku diujung pandangan ku, tak tercapai apa yang ingin aku usik, dikala matahari meninggi, aku bersembunyi dibalik selimut ketakutan, saat matahari tenggelam ku buka selimut ku dan ku hadirkan diri ku dibawah atap langit, saat ku yakin tak ada lagi terang yang mampu menghidupkan pikiran, aku terkecoh oleh alam yang menampakkan bintang-bintang dan rembulan.
aku segera menutup mata ku, aku diam dan mencoba tenang, ada sesuatu yang membuatku tersenyum, semilir angin mengelus kulit ku yang pucat, ia seperti memandikan ku dengan embun, dinginnya begitu damai, seperti aku hendak lupa bahwa aku belum mati.
Thursday, May 23, 2019
Terlupa
Sedikitnya ada faktor penyebab terlupa: benar-benar lupa, kurang peduli masalah, banyak masalah, dan kurang kesabaran.
Utsman an-najati
Tuesday, May 21, 2019
Tuhan!
Kita semua berjalanan menuju Tuhan, berharap Tuhan menerima kehadiran kita dalam suka-cita. Boleh jadi memang kau berjalan menujunya dengan membawa kedewasaan, harta, pengetahuan, dan pahala. Sedangkan aku berjalan menujunya dengan membawa masa pencarian diri, kebodohan, dan dosa. Tuhan selalu melihat semua hambanya, karena Dia Maha Melihat. Takdir mempertemukan kita dijalan yang sama, dan karena engkau lebih unggul dari ku, kau pukul kepalaku, kau tusuk jiwa ku dari belakang dengan tertawa mengejek menghina, terkaparlah aku yang malang tak berdaya penuh derita. Dan kau dengan senyum bangga mempercepat jalan mu menuju Tuhan, dengan percaya diri dan tak sabar kau berharap ridhoNya. aku yang tergeletak jauh dibelakang mu ingin tahu, sampai detik ini menunggu, apakah Dia menerima mu?. Apakah Dia tidak mengasihani ku, apakah aku hamba yang tertolak, bukankah aku juga ingin berada disisiNya, bukankah perjalanan ku juga hendak menemuiNya?. mengapa hamba mu itu sewenang-wenang terhadap ku yang juga hamba mu, apakah Tuhan akan diam saja dengan keadaan ku, bukankah seharusnya Tuhan sendiri yang segera berlari menolong ku, dan mengabaikan hamba itu terlebih dahulu?.
Monday, May 20, 2019
Ambil pendapat mu sendiri dan bertanggung jaeab terhadap diri sendiri adalah lebih ringan.
Jangan kau telan apa kata ku, karena tidak semua kata itu dapat dicerna. Hanya jika kau baca, ketahuilah ada banyak khayalan dalam imaginasi. Maka jangan kau anggap segala tulisan adalah fakta ku. Mungkin saja itu hanyalah keisengan pikiran yang sedang tidak memiliki kejelasan, sehingga segala apa yang ada menjadi sesuatu yang aneh. Jangan kau pikirkan kata-kata ku, buanglah, karena beberapa khayalan memang tak berguna dan tak mengandung kebenaran, jangan kau telan kata ku yang hanya malah meracuni pikiran mu. Sudah buanglah kata khayalan ku dari apa yang kau terima dari blog ku.
Kelebihan Makan Racun
Ada saatnya ketika umur membuat pikiran berkarat dan buah yang masak menjadi busuk, adakala dianggapnya mengasah hati, namun bukan malah bersinar, malah mengikis kepekaannya, seperti kain yang agak kasar dapat memberi celah pada debu dan plastik yang licin malah membuatnya sombong dan egois. ada kalanya mengasah otak bukan malah membuat bijak, tetapi malah membuat semakin licik, seperti seekor kucing yang diberikan segala jenis makanan, membuatnya menjadi seekor kucing pencuri apapun yang membuat kesal manusia.
Oke
Aku tidak sedang menasehati, kalaulah aku menasehati maka kepada diri ku sendirilah aku menasehatkan ini. Aku hanya menuliskan apa yang ada dalam benak, jika ada manfaatnya silahkan diambil, jika tidak silahkan di sia-siakan. Jika setuju semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih berhati-hati pada sesama. Jika tidak setuju, setiap orang memang akan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Aku sama sekali tidak merasa benar sendiri, maka jika aku salah menurut mu, maka ambillah kebanaran mu sendiri.
Siap?
Tuhan mengatakan bahwa dia adalah maha pemberi maaf, iya itu jika dosa mu adalah sikap mu secara vertikal. Namun untuk sikap mu secara horizontal, sesama hamba, pemberian maaf mu tergantung kepada siapa yang telah engkau dholimi, dan ketahuilah adakah manusia yang mengatakan bahwa "aku manusia adalah orang yang pemaaf, seberapapun kedholiman yang kau perbuat?". Manusia tidak ada yang mau mengatakan bahwa dia adalah pemaaf, itu karena tak ada manusia yang mau didholimi. maka berhati-hatilah dengan berbuat dholim, karena kita tidak tahu manakah kedholiman kita yang terbesar dan mana yang termaafkan. Jika kita tidak beruntung mendapatkan ampunan dari orang yang kita dholimi, maka apakah kita siap melunasi segala penderitaannya di akhirat?.
Perasaan
Suatu saat kau akan mengerti wahai manusia, bahwa memang masing-masing dari kalian memiliki kehidupan, kebahagiaan, dan kesedihannya kalian sendiri-sendiri. Kita semua berbeda, maka apa yang ada juga pasti akan berbeda, jangan selalu meyamakan diri mu dengan orang lain, namun samakanlah diri mu dalam hal ketawadhuan bahwa tidak ada daya dan upaya tanpa pertolongan Tuhan dan kita semua adalah hambanya yang tidak boleh merasa lebih dari yang lain, kita semua tak memiliki apapun tanpanya. Apa yang membuat mu bahagia bisa saja berbeda dengan apa yang membuat orang lain bahagia, begitupun dengan kesedihan. Kau pun akan mengerti, menertawakan orang terhadap persoalan hidup orang lain adalah sebuah bentuk penghinaan, karena yang kalian tahu hanya pucuknya, seperti gunung yang berada di laut, kalian sama sekali tak mengetahui yang tersembunyi dibalik hati. Suatu saat mungkin saja kau akan disadarkan oleh kehidupan mu sendiri, bahwa berbuat baik dan menjaga perasaan orang adalah sebuah kemuliaan yang sangat besar. Janganlah mengandalkan logika atau ilmu mu dalam memutuskan baik atau buruk, timbanglah itu semua juga dengan kacamata batin dan etika. Apa yang kau anggap perbuatan remeh jangan-jangan adalah dosa mu yang terbesar, dan sumber dari segala kehancuran mu di akhirat karena telah sewenang-wenang terhadap makhluk Tuhan yang lain. Ingatlah, permintaan maaf hanyalah sebuah kata, dan perbuatan mu adalah penderitaan baginya, bagaimana jika kelak orang yang kau dholimi tidak memaafkan mu karena terlampau menyakitkan kedholiman mu?. Ingatlah, berdoalah wahai diri ku, agar aku terhindar dari berbuat dholim dan terhindar dari mendapat kedholiman dalam sengaja maupun tidak.
Thursday, May 16, 2019
Karena
Jika aku mencintai Tuhan, dapatkah Tuhan bahagia karena ku?. Jika aku mengharapkan Tuhan, itu semata bukan karena cinta, tapi karena aku butuh kuasanya. Mungkin aku belum sampai pada Tahap pemahaman dan penghayatan yang baik, hingga aku masih dalam posisi merasakan ini, namun aku belum tahu kesalahan ku, semoga Tuhan membimbing dengan karunia bahagianya.
Kau kira apa
Apa yang kau lihat, aku juga mengetahui, namun apa yang kau tangkap, tak selalu sama dengan apa yang aku terima. Lihatlah ke dalam jiwa mu yang kau anggap manusiawi, dan aku pun juga akan menyelami jiwa ku yang penuh imaginasi. Bariskanlah kata hati mu yang kau anggap lurus, aku pun akan menyusun kata hati ku yang berserakan. Dapatkah kau bedakan apakah sebuah transaksi dengan sebuah pengorbanan?. Kau pasti tahu sebuah transaksi diikat oleh sebuah keuntungan. Dan pengorbanan dikendalikan oleh penerimaan. Dapatkah kau memilih warna saat kau buta?. Apakah yang kau dapatkan dengan memilih sesuatu yang tak kau ketahui kesesuaiannya, kau dimenangkan karena tak mengetahui perbedaan?. Atau dapatkah dengan mata mu yang tajam memastikan waktu takkan pernah memudarkan, kau ketakutan karena matamu dapat melihat banyak pilihan di didunia?. Untuk apa kau bicara panjang lebar tentang aturan, kau tahu aturan sebenarnya hanya diberlakukan bagi mereka yang memiliki kebangsatan, dalam dunia kebahagiaan aturan ada dalam perasaan bukan dalam bentuk tulisan. Tapi jika ukuran mu keamanan maka ukuran mu adalah kelihaian berstrategi, maka ukuran mu adalah mengambil Seberapa banyak kau akan mencoba, menjelajahkan hati mu pada apa yang kau harapkan dan apa yang kau dapatkan, jika kau berkaca maka bertanyalah dimana waktu mu berada, dimana tempat mu terpampang, bukalah kejujuran mu dan aku pun akan membuka suara ku. Jika kau cipta kata-kata, maka akupun menyukai sastra, bukan berarti aku tak bisa membaca, namun karena aku sudah tahu alurnya. Jangan kau anggap kata manis mu adalah gula bagi ku, karena aku tahu gula itu memang manis, tapi lebih dari itu aku hanya merasa tahu mana yang berkalori tinggi mana yang tidak. Seperti sirup yang dikerubungi semut dan seperti manusia yang takut berjihad karena ingin menjaga, bukan karena takut dengan kematian, hanya karena takut kehilangan cinta, baginya semua dapat diserahkan kecuali apa yang ada di hati, bukan seperti kau yang mati berharap dijemput bidadari, atau kepasrahan tanpa pengorbanan, atau pengorbanan dengan melanggar aturan tulisan, semua hanyalah tentang perbedaan, bukan selalu kau pemilik kemuliaan.
Wednesday, May 15, 2019
Egoisme
Suatu saat seseorang akan mengerti dan tersadar, bahwa terkadang keegoisan diri malah akan membawa penyesalan. Selama ini berdasarkan pengalaman, prinsip seseorang dalam bersikap memiliki nilai tawar, sebuah prinsip baik yang kita yakini, saat kita tetap pegang dalam keadaan tertentu malah merusak sebuah kondisi menjadi lebih buruk, dan hal ini bagi mereka yang berkoar-koar dengan lantang tentang hitam dan putih akan menelan ludahnya sendiri.
Friday, May 10, 2019
Udara malam
Aku ingin menjadi bagian dari udara malam, agar aku tak dapat kau sentuh dengan mata mu, saat hadir ku tak lagi berwujud, saat kau hanya merasakan dingin ku.
Bagi pengunjung
Teruntuk pembaca blog ku, silahkan jika ingin memahami tulisan-tulisan ku itu semua, tapi aku bukanlah pengendali kebenaran, aku pun tidak menawarkan kebijaksanaan, aku pun tidak mengajari anda, aku pun tidak mendorong anda dalam bentuk apapun agar anda menerima semua apa yang aku tuliskan. Karena tidak semua yang tertulis itu bagian dari pengalaman, ada pula yang bagian perasaan, pemikiran, imaginasi dan lain-lain yang subjektif, jadi bagi para pembaca yang tidak setuju dengan tulisan ku ya dipersilahkan. Blog ini aku buat memang sekehendak ku, bukan seperti jurnal yang harus jelas referensinya. Jadi silahkan saja pembaca menduga-duga apa maksud atau makna sebenarnya dari tulisan ku... Baik ataupun buruk pendapat pembaca itu terserah pembaca, semoga saja pikiran pembaca sehat dan tidak kotor dalam memahami ini semua.
Monday, May 6, 2019
Beda
Kemanakah hujan, dimanakah api. Magma nampak berbentuk cair namun menghanguskan. Tak selamanya sesuatu yang berbeda tak dapat menyatu.
Api
Nyalakan api ku, sudah gelap pandangan ku, sudah patah tongkat penuntun ku, atau Padamkan api mu, bunuhlah aku, nyalakan api mu, kuburkanlah aku, tinggalkanlah aku.
Sunday, May 5, 2019
Angin
Berjalan ku di atas jembatan kayu yang menggantung diantara bukit bertumbuh pohon yang rindang, kupu-kupu yang indah bertebaran di atas bunga-bunga yang menawan, air mengalir dengan percabangan seperti sebuah lukisan, bangunan mungil beratap jerami dan berdinding bambu nampak begitu anggun, sebagai tempat berteduh di kala ingin bertiup lembut, dan terik matahari hangat menyentuh kulit. Terberkatilah alam yang menyejukkan ku, dikala pagi yang ku nanti berubah sore, dan dikala sore yang ku tunggu berubah malam, maka disitulah tempat persinggahan mengalir dalam detik waktu ku yang kosong. Terbangkanlah aku wahai angin, bawalah aku dalam perjalanan mu, sampaikanlah aku pada asal mu, agar aku dapat hidup seperti mu.
Friday, May 3, 2019
Wahai kegelapan
Ohhh... Duhai kegelapan, dapatkah kau tutupi mata ku dari Tuhan?, dapatkah kau bungkus segala air mata ku dalam sebuah kotak indah?, aku ingin memberikannya esok pada Tuhan, karena jika segala kebaikan berisi keangkuhan, biarlah segala buruk tangis ku menjadi pengakuan segala kerendahan dan ketidak-berdayaan, aku hanya ingin semua kisah ku berakhir dengan tangannya terbuka, menerima jiwa ku yang telah membiru, dan aku berharap padanya, agar aku merasakan tangannya yang kuasa, memberi ku bahagia dalam kekal.
Doa 4
Ya Tuhan ku, aku takut pada mu, maafkanlah segala kesalahan ku, segala kotor dan ketidak-sopanan ku, aku mengharapkan kasih sayang mu, semua rahasia dan rencana terbaik ada digenggaman mu, aku hanya jujur pada keadaan ku, semuanya telah aku sampaikan, semoga engkau menerima cerita ku, jangan engkau mengabaikan ku, sayangilah aku, maafkan aku menuntut mu mengasihiku, dengan segala kurangnya diri ku untuk mu, aku mohon karena engkaulah Tuhan ku, tak ada yang bisa merubah segalanya kecuali dari mu, engkaulah harapan ku.
Apa
Akulah diantara perbincangan indah itu sedetik jeda, akulah diantara segala canda tawa itu adalah jam dinding, akulah yang tergeletak dan termangu diantara binatang jalang terluka berlari.
Bosan
Aku sudah ingin terbebas dari segala rantai dan jeruji yang telah mengurung ku di bawah tempurung kapala ini. Aku sudah tak sabar membuka dan mengepakkan sayab ku yang telah lama mengerut terhimpit beban ingatan di segala sisi. Aku ingin mengelilingi samudra dan ingin menembus cahaya yang menghalangi mata ku dari melihat mu, jika kau adalah api, maka aku akan melelehkan diri ku di dalam mu, agar aku tiada bersisa apa-apa, agar aku tak merasakan apa-apa.
Tahukah kau?
Dimanakah keberadaan ku setelah semua ini?, apakah benar sudah saatnya aku akan tergerus angin?.
aku sudah ingin naik keatas sana, karena air penebusan sudah diatas dada, aku akan berada diantara awan-awan yang luas itu, kau tak kan mungkin dapat melihat ku lagi, namun aku akan terjatuh bersama diantara butiran gerimis yang akan datang, dan aku akan menjadi Santapan akar rumput rumah mu, aku akan menghampiri mu dalam segenggam udara, agar dapat kau hirup untuk beberapa detik nafas hidup mu, agar aku berarti, ketahuilah tetap saja rasanya sakit, jika selama ini aku tersenyum agar kau ingat, dan sekarang aku harus berarti seperti air yang tak pernah kau syukuri, sebelum selamanya aku takkan pernah tersentuh apapun kecuali tangan tuhan, aku ingin berkata, bahwa saat ini pun aku sudah lenyap, aku hanya tinggal setitik, dan menunggu matahari melenyapkan ku, maka jika kau ingin berkata-kata, maka katakanlah segera!.
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...