Tuesday, April 30, 2019

Bukan

Bukan aku tak setia kawan, tapi bagaimana mungkin semua akan jadi sama, saat aku mengetahui kawan ku bersikap sama seperti musuhku memperlakukan ku terhadap orang lain?. Sebuah bangsa bersatu berjuangan karena senasib, karena derita yang sama. Tak mungkin bangsa terjajah yang mengecam penjajahan akan merangkul penjajah, kecuali kalau bangsa itu adalah bangsa busuk yang hanya bermanis muka menyembunyikan kepentingannya.

Aku

Aku adalah tempat kumpulan sampah berserakan mu, kau lemparkan sampah pada ku sesuka mu, menyebut ku sebagai tempat yang kotor dan bau, kau bakar sampah yang ku peluk dari mu, kemudian kau lihat jiwa ku telah menghitam, hangus, dan gersang, berkatalah bahwa aku tempat yang tandus, dan bunga tidak akan pernah lagi tumbuh diatas ku, sebutlah bahwa aku batu.

Hujan tak mampu meleburkan ku, air mata tidak bisa melunakkan ku, jiwa ku memberontak mempertanyakan mu, tentang apa salah kaki ku yang kau potong, bukankah aku sudah begitu takut pada kuasa mu, namun mengapa kau tunjukkan lagi dan lagi pada ku, bukankah setiap kali aku berdoa itu memohon pada mu, mengapa semua ini harus aku lewati, ada apa di depan sana sehingga kau membuat ku harus bertahan, dan dengan apa aku mampu melewati semua dengan segala kelemahan, kau memukuliku, tapi tangan mu pula yang menguatkan dan melindungi, kau itu mengapa begitu?

Begitukah?

Begitukah cara mu mengajari ku Tuhan?, dengan memukuli ku sehingga aku babak belur terus menerus, merasakan kesedihan yang terus berlanjut, kesakitan yang membuat ku merasa gila, air mata yang tak pernah berjeda dalam setiap harinya dan hasilnya sampai saat ini aku masih merasa jauh sangat dari mu... Apa mau mu? Kau hanya ingin menunjukkan kuasa mu?, Kau itu maha kuasa atau maha semena-mena?. Terimakasih atas semua karunia telah aku rasakan, dan memang semua yang kau beri tak sepadan dengan hanya secuil keremukan ku, namun aku hanya manusia yang lemah dan mengejar kebahagiaan yang sempurna, maklumi aku berkata-kata, aku telah banyak mencela diri ku sendiri, berbagilah dengan ku, terimalah keluh kesah ku, aku ingin bahagia!!!!!.

Saturday, April 27, 2019

Sama

Bukan aku tak setia kawan, tapi bagaimana mungkin semua akan jadi sama, saat aku mengetahui kawan ku bersikap sama seperti musuhku memperlakukan ku terhadap orang lain?. Sebuah bangsa bersatu berjuangan karena senasib, karena derita yang sama. Tak mungkin bangsa terjajah yang mengecam penjajahan akan merangkul penjajah, kecuali kalau bangsa itu adalah bangsa busuk yang hanya bermanis muka menyembunyikan kepentingannya.

Doa 3

Ya Tuhan..
obatilah kami semua dari kepayahan kami dalam melawan apa yang ada dalam diri kami sendiri.
Tenangkanlah kami dari segala kegersangan dan kejahatan emosi.
Padamkanlah api dalam diri kami yang hendak membakar tindakan, pikiran, dan hati kami sendiri.
Sejukkanlah keadaan kami yang telah terbakar oleh kedholiman, rasa bersalah, dan tidak menerima kondisi.
Ya Tuhan angkatlah kesedihan kami, siramilah sanubari kami agar kami
semua terus bersyukur bahagia.
Aamiin

Sunday, April 21, 2019

Pada Tuhan

Taburan bintang di langit itu, telah kau ciptakan nampak seperti lampu - lampu, kau bentuk rasi-rasi indah menakjubkan, matahari kau cipta untuk menyelimuti bumi dari kebekuan, kau cipta awan untuk menurunkan hujan, kau cipta benda, kau cipta nyawa, kau cipta suara, kau cipta rasa, kau cipta segala dari kehendak mu, namun bukankah kehendak mu seperti yang kau katakan pada hamba suci mu? bahwa kau mengasihi hamba-hamba mu?.

Aku wahai Tuhan, sudah cukup banyak keluar dan melihat  alam, aku melihat bumi memberikan apa yang dipunyainya sebagai sumber hidup, tapi aku tak pernah melihatnya bersedih melihat makhluk yang berada dipunggungnya menangis. Semesta mampu merangkul bintang-bintang di langitnya, namun tak pernah memberikan persetujuan atau penolakannya terhadap cara pandang manusia. Dengan segala kuasamu itu, namun mengapa aku terasa begitu berat untuk hanya menyangga rasa sakit di sebongkah hati ku ini, aku merasa lelah dan seperti mau patah, aku terus mencoba kembali kuat, aku masih berdoa berharap pada engkau Tuhan, aku menanti kasih mu Tuhan, bagaimana engkau terhadap ku Tuhan...?

Janji

Ada beberapa keadaan yang membuat sebuah janji yang tidak ditepati adalah sebuah pembunuhan  tanpa sebilah pedang, entah tentang jiwa yang terasa mati sebelum jasad tergeletak, atau sebagai racun penghancur dalam tempo beberapa lama. Setan itu selalu menjanjikan surga bagi pengikutnya, dan menakut-nakuti penentangnya, dan dua-duanya hanyalah permainan. Maka berhati-hatilah dengan janji, jika tidak diperlukan dan disituasi yang benar-benar mendesak, maka tidak usahlah berujar tentang janji.

Perang diri

Manusia memang bisa melukai dirinya sendiri dengan adanya fikiran-fikiran dan perasaan-perasaannya yang muncul. Maka ada istilah bahwa "manusia juga akan bertempur melawan dirinya sendiri". Semoga Tuhan memberikan ketenangan lahir dan batin.

Rasanya begitu

Dapatkah diri menelan kebahagiaan dengan    melubangi bendungan air mata sesama?. Bayangan akan menjadi saksi, karena terang kebenaran akan menatap tajam, tentang kepada siapa Tuhan akan memihak, dan bagaimana penghakimannya berlaku. Manusia dengan agama menjadikannya semakin peka, untuk saling membangun bahagia. Sebaliknya, jika dengan nama agama itu manusia menyakiti dan memperdaya, apa kata bangsa kera?

Tidak selalu

"Aku siap menerima cercaan, karena yang ku lakukan bukan untuk pujian. Aku siap menerima tuduhan, karena yang ku lakukan bukan untuk pencitraan. Aku siap dijauhi, sehingga aku tahu mana pecinta dan mana pembenci." Itulah sedikit utopia ideologis"

Kayaknya begitu

Ketika orang melanggar nurani, pembenaran diri atau alasan apapun tidak akan banyak memberikan ketenangan batin.

Doa 2

Tuhan, jangan biarkan aku terhenti panjang dalam gelap, sehingga kesedihan terus menjaringi butiran air mata ku dari dasar jiwa, dan membuangnya ke alam fana layaknya sampah tak berharga. Tuhan, bukankah air mata ku itu juga ada hitungannya, siapapun yang membuatnya jatuh, berarti dia telah berhutang?. Ya Tuhan, jangan biarkan ketidak-sadaran terus menjangkiti ku layaknya benalu yang menghisap kehidupan inangnya.

Tak tahu

Kalau sampai semuanya sudah diluar batas ketahanan, dimanakah ukuran toleransinya, apakah definisi dari "di luar batas kemampuan" tak akan pernah mampu didefinisikan? Dan tak akan pernah mampu dimengerti?

Degradasi

Ular yang bersisik indah itu hidup dalam keterasingan, dia tenggelam dalam sarang tanah setengah hari, dan setengah harinya dia muncul kepermukaan untuk mencari kebijaksanaan, siapapun yang melihatnya akan memuji, dikatakan bahwa sisik warnanya meneduhkan mata. Ular itu sadar bahwa dia dipuji, namun dia menyadari hakekatnya tetaplah seekor ular, dan yang dipuji bukanlah hakekatnya, namun hanyalah pakaiannya, apakah perlunya pakaian yang pasti akan usang di makan waktu, dia juga berkeyakinan bahwa siapapun yang menganggap dirinya berbisa pasti juga akan menggebuk kepalanya dikala lengah.

Waktu terus berjalan, dahulu ular itu memang berfikir hakekatnya memang adalah ular, namun tanpa sadar ternyata bumi tempat dia menyusuri jalan semakin hari semakin panas dan merubah hakekatnya dari yang semula dia seekor ular kini berubah menjadi seekor cacing, tubuhnya sangat rentan dengan matahari, dan dia benar-benar butuh bertapa panjang dalam gelap senyap dalam tanah, agar kehidupannya yang kini seperti cacing tidak merosot lagi menjadi belatung.

Apa lagi

Apa yang bisa aku berikan untuk kehidupan kalian? Aku rasa hanya kasih sayang ku, doa, dan keseluruhan dari sedikit ilmu dan pemahaman ku yang aku yakini dapat digunakan untuk kebaikan hidup.

Disana

Ditanah yang begitu banyak ditumbuhi kepolosan itu nampak tidak ada lagi keberpura-puraan.
Kehidupan tidak lagi berjalan seperti yang seharusnya menurut siapa-siapa, namun semua berjalan masing-masing apa adanya. Terkadang memang harus menahan ketidak nyamanan, namun bagaimana mungkin sikap kejujuran yang terbalut bahasa yang tidak sopan lebih buruk dari pada pencitraan. Tentu, segalanya ada batas toleransi, dan hati nurani adalah sumber dari pada segala hukum. Jika hukum malah melanggar nurani kemanusiaan, berarti semuanya hanyalah kelicikan.

Monday, April 1, 2019

Doa 1

Ya Alloh engkaulah pencipta ku, engkaulah yang menghidupkan ku, engkaulah yang menyimpan rahasia-rahasia yang akan kau berikan pada ku, aku bukanlah orang buta terhadap segala kasih sayang mu, segala karunia mu tak akan pernah dapat ternilai, memang aku banyak mengeluh dan tidak menerima, namun terimakasih ku juga tak pernah bisa disepadankan dengan kebaikan mu. Tuhan, aku adalah ciptaan mu yang tak berdaya tanpa pertolongan mu, engkau tahu tentang air mata, engkau tahu setiap manusia bukanlah seorang aktor yang menjatuhkannya hanya untuk bermain peran, engkau tahu tentang sedih dan bahagia, engkau tahu segala tentang kompleksitas manusia, engkau tahu tentang aku dan engkau, maka Tuhan, kepada engkau tetap tempat bergantung harap.

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...