Dahulu, aku tidak tahu harus kemana saat aku sendiri, ketika rasa kosong menjangkiti dan terasa sakit. Tetapi aku bersyukur beberapa waktu terakhir dalam hidup diberi kesempatan untuk belajar beberapa hal, semua itu memberi ku bantuan untuk dapat mengendalikan. Jika semua cabaran itu datang, aku biasa menuju kepada lembaran-lembaran yang tersimpan.
Iya... Buku, memang sebuah objek, tetapi bagi ku mereka adalah sosok, dengan karakternya masing-masing. Meski semua itu hanyalah sebuah abstraksi, tetapi bagiku penting untuk hidup ditanah mimpi, karena ujung realitas pun akan terasosiasi, manusia lebih banyak bicara dari hatinya, dari pada dengan suara yang keluar dari mulutnya. Dengan begitu, bukankah manusia lebih sibuk dengan urusan psikologisnya, ketimbang dengan hal tubuh dan diluar dirinya.
No comments:
Post a Comment