Tuesday, December 1, 2020

Angin Tuhan

Rahmatilah hidup ku dengan kelembutan Mu, sapalah aku dengan kesejukan Mu, naungilah aku dengan kepedulian Mu, temanilah aku dengan kesetiaan Mu, sayangilah aku, Engkau Tuhan, aku meminta kepada Mu.

Angin yang berhembus ini begitu lembut ku rasakan, menyentuh jiwa dengan penuh kesejukan, tak pernah aku meminta ia datang, tetapi kebaikannya selalu memberikan sapaan, seakan tak mau lepas dari kebersamaan, begitu sayang pada ku, tetapi aku masih menolak sadar.

Aku membelakangi angin itu, seakan semua itu kekosongan, tetapi tetap ia selalu berhembus, tak pernah malu untuk bersabar.

Kau adalah angin, dapatkah kau tunjukkan pada ku, dimana tempat istirahat mu, aku ingin memandangi mu saat kau terlelap, mendoakan diri ku sendiri agar selamat.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...