Monday, December 21, 2020
keharuman dan kemerduan
Menulis hanyalah pengejawantahan dari kemampuan membaca, karena tujuan menulis adalah menciptakan bacaan. Sebagian orang tidak menyukai karangan, karena dianggapnya itu adalah tuangan emosi semata, tidak menyimpan pengetahuan dan kebijaksanaan yang bermanfaat. Seperti lagu yang dinyanyikan artis dengan nada merdu, tetapi berlirik busuk dan tak berharga. Berbeda dengan nyanyian, kekuatan sastra terletak pada kata dan makna, pada jiwa, bukan tubuh.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment