Aku tak pernah hendak memangkas kebebasan sebuah pohon, tetapi jalanan memang begitu sempit, pikulan ku tak cukup ringan melewatinya.
Kepada napas yang telah ku hembuskan, ku larang kau berlari sembarangan, kau punya janji yang harus diingat, kau adalah saksi atas debu yang menyelimuti dedauan, tempat yang dibawahnya aku berlindung, dari hujan sore tadi.
No comments:
Post a Comment