Aku telah menguap menjadi udara yang kau kibaskan, kini aku adalah air sungai yang menuju lautan.
Duhai mentari pagi, kasih mu gelap bagi mata yang terkatup, tetapi jika mata menyala, kehadiran mu adalah mangsa.
Sekarang, apakah malam mengusir siang?. Jangan kau berkata begitu, air mata mu harus kering, tumpahkanlah tangisan mu, jangan kau tunjukkan sayu pada kesegaran embun yang terjatuh dari daun esok hari.
No comments:
Post a Comment