Seperti seorang tua yang baru dilahirkan kesadaran, ia menunduk malu pada waktu, dalam lamunan menghitung jarak perkuburan, dirematnya sekelumit masa lalu.
Pemuda tampan berselimut sepi, dingin gemetar dada bersama hampa, mengukir angan dengan hati, tangan layu bergelantungan paksa.
No comments:
Post a Comment