Tuesday, March 17, 2020

satu

Apakah yang dapat menampung segala kecenderungan mu pada keindahan-keindahan itu?, Kematianlah yang dapat meletakkannya. Selama mata mu terbuka, adakah pagar batas dunia?.
Bukankah kau tahu?, selain keindahannya, tanah apa yang dapat meresapkan air mata mu?. 
Ada mata yang berbinar palsu, kemudian mengering dan layu. Sebutir Biji ada di tengah daging buah. Apa yang manis akan lenyap, setitik kesadaran lah yang akan terus menumbuhkan keabadian.
Lihatlah pada kata yang memburu kupu-kupu!. Bagaimana dengan bunga yang bermadu?. Saat mata yang terpejam melupakan detak waktu yang terus berjalan, ku terima setetes hembusan dengan penuh kesyukuran.
Mata ku telah melihat warna, tetapi hati ku terus bertanya-tanya.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...