Monday, March 23, 2020
Tatapan
Seorang pengembara yang dalam perjalanan menelusuri jejak-jejak suci, tidak akan banyak menolehkan muka untuk berhenti di awal langkah. Mereka akan menutup telinga dari kobaran rayuan semu, memalingkan mata dari lirikan rubah. Mereka sadar bahwa titik acuan bermula dari kejatuhan keganasan yang membanting remukkan kehidupan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment