Kita harus bersabar terhadap nasehat, peringatan, dan penjagaan dari mereka yang peduli terhadap kebaikan serta keselamatan kita. Apakah pernyataan itu salah?
Selama ini kita mendengar "bersabarlah dari orang yang berniat buruk pada mu!", tetapi sekarang seakan-akan suara itu berubah, "bersabarlah dari kebaikan dan kepedulian yang di tujukan pada mu!". Mengapa?, karena sudah terlalu parahnya kelalaian manusia. Mengurusi keburukan menjadi persahabatan, tetapi dengan kebaikan seperti permusuhan.
Walau apa yang kita terima dari mereka sedikit membuat hati sakit, tetapi bukankah kesakitan itu biasanya terasa karena apa yang ada tidak sesuai dengan gambaran kita, keluarga kita, masyarakat kita, serta lingkungan?. Tidak perlu membenci para pengingat kebaikan, jika kurang sesuai dan kurang setuju, maka cukup diam dan simpanlah ketidak-sukaan itu dalam hati. Mungkin saja apa yang membuat kita memberontak, suatu saat akan berubah menjadi pengakuan kalau itu memang sesuatu yang dalam keadaan tertentu diperlukan.
Mereka yang kemana-mana membawa bangkai, awalnya memang akan menarik manusia mendekat karena rasa penasaran, "bau busuk apa itu?", tetapi setelah lama berlangsung kemudian, mereka akan sadar dan menjauh dari pembawa bangkai itu dan berkata, "bukan bangkainya yang busuk, tetapi mulutnyalah pemamah bangkai".
"Mari kita semua pergi, sebelum kita menjadi bangkai di mulutnya!."
Adakah yang dapat dipetik dari sedikit karangan ini?.