Thursday, July 11, 2019

Pada

Setelah mataku ku ini mengerti bahwa pelangi itu indah, jarum dari langit memintal kelopak mata ku agar terkunci, agar tidak ada yang perlu aku cari bagi diri ku sendiri, sehingga setiap waktu aku bagaikan buah yang terjatuh ke sungai, mengalir sama ke arah hilir, membusuk dan tercerai berai, apakah seperti itu harga dari keberadaan ku, saat aku ingin mengalunkan senandung syukur, aku menjadi ragu, apakah aku sedang berdusta, jika benar, maka aku malu pada dedaunan yang jatuh ke tanah ini, maka aku ingin pergi, berkaca pada kubangan air di perjalanan, agar aku tahu, benarkah mata ku telah cukup banyak kenyang dengan kenyataan, apakah yang masih diinginkannya.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...