Wahai mata ku yang penuh debu, aku membasuh mu agar engkau dapat melihat, agar aku mengetahui sesuatu dengan lebih dari sekedar penampakan jasad, agar aku memahami dengan kejernihan mu suatu hakekat. Wahai mata ku yang yang terbuka, apakah yang menjadi tujuan mu, aku menginginkan agar engkau menangkap keindahan, namun bukan sesuatu yang palsu, dapatkah kau melakukannya?. Wahai mata ku yang terpejam, nyatanya diri mu menjelma dalam fikiranku, menayang sesuatu dalam persembunyian, engkau hanya terbatasi oleh kelopak, namun jiwa mu menjalar dalam angan ku. Wahai mata ku, apakah yang dapat membuat mu bersinar?. Apakah sebuah kehadiran pemberi cahaya?, apakah kehadiran rasa dalam sunyi jiwa mu saat kau berpejam?.
Monday, July 8, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment