Kemana kau akan menuju wahai jiwa, pakaian mu telah kau kenakan dengan senyuman, namun adakah jiwa mu telah berangkat pada tujuan?. Bagaimana kau hidangkankan impian di ujung ubun-ubun mu, sedang jiwa mu begitu kurus tak terurus. sepotong cahaya tak nampak bersinar, kegelapan membungkus jiwa mu yang tak dikenal. Mulut hunian mu telah banyak menunjukkan keindahan, sebaran keringat mu telah menyuburkan taman, namun nafas mu begitu panas seperti jerami yang dikeringkan. Apakah yang menggerakkan pohon besar menjulang?, kekuatan tangan? Atau kelembutan angin yang menyejukkan?. Kau tak mampu melihat sosok yang menumbangkan pepohonan besar, yang menepak ombak hingga bergelombang, dan menekan gunung hingga menghamburkan bebatuan. mata jiwa mu telah tertutup banyak debu, pendengaranya tersumbat seteru. oh jiwa ku... Bersihkan diri mu, segeralah temui Tuan mu..!!
Tuesday, July 9, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment