Saturday, July 27, 2019

Mana

Apa kata manusia, hanya sebentuk suara. Apa yang hanya ada karena mata, adalah debu semata. Angin malam mengapa terasa dingin, dan angin pagi mengapa terasa sejuk. Manakah yang lebih engkau hayati wahai jiwa?, saat kau menatap gelap, atau saat kau berkedip menentang terang. Saat matahari mulai terbit, aku seolah hendak ingin menjadi burung yang terbang dalam kebebasan, namun saat gelap mulai datang, aku ingin menjadi air, mengalir saja. Saat air terkumpul maupun tercerai berai maka tetaplah air, sedangkan diri ku, saat tercerai berai, diri ini terasa perlahan berbeda, seperti aku hanyalah potongan demi potongan, dan jika terpecah, maka terasa bukan lagi diri ku. Namun aku bertanya pada ujung jari ku, mengapa kau dapat dikenali sebagai diri ku?. Aku kira saat kau terbakar karena api, kau tidak akan lagi mengaku sebagai diri ku bukan?.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...