Jika aku bertanya pada mu Tuhan, apakah kau akan menjawabnya?. Bagaimana cara mu menjawab ku?, aku apa adanya tentang mu, bahwa yang ku tahu kau hanya melakukan sesuatu tentang kebutuhan atau keinginan, kau seperti seseorang yang berkeliling pada jalanan yang dipenuhi peminta-minta, lalu kau mendengar permintaan kemudian kau berikan, jika ada peminta yang tak kau beri, karena ketakutannya untuk mencela mu, mereka kemudian mengatakan dirimu masih menyimpan sesuatu yang lebih baik bagi mereka, entahlah... Aku rasa itu lelucon... Dengan demikian maka bagaimana kah seharusnya seseorang meminta pada mu yang benar?, kau katakan kau akan mengabulkan para pengemis, bukankah manusia lebih dari pada pengemis, dengan begitu dimanakah letak keramahan mu?, jika kau lembut pada ku, mengapa tak kau sentuh diri ku ?. Mereka memuji diri mu seperti manusia buta, atau aku yang begitu durjana hingga batu pun tak lebih keras dari kepala ku?. Mereka menyanjung mu karena takut dan bodoh, bukan karena kesadaran, apalagi cinta. Datanglah... Seperti harapan para manusia untuk hidup tersenyum bahagia.
Wednesday, September 4, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment