Seperti kau pernah melihat burung yang tulang sayapnya patah penuh darah, kau tangkap burung itu, kau lihat burung itu meronta tak ingin kau pandang lemah, meskipun dia tak lagi bisa terbang, dia sendiri, temannya hanyalah rumput yang dipijaknya, namun kau lihat dia terus mencoba menjalani dan menanti hingga mati tanpa harus berserah diri di ujung maut tanpa perang di tangan mu, dia membawa luka perih sampai akhir atau sembuh oleh waktu, dan dia tahu bahwa dia tak pernah tahu tantang waktu.
Wednesday, September 4, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment