Wednesday, September 11, 2019

Kibas

Ku kibaskan tangan kanan ku dari cahaya mu, agar tak perlu lagi kebaikan mu membuat ku malu, tapi aku tak mampu mengelak dari semua itu, dari dalam diri mu aku mencerca kuasa mu, ku abaikan segala senyum ku dari segala pemberian mu yang ku tak tahu, jika aku takjub pada neraka yang menyala-nyala, apakah itu membuat ku bangga dan bahagia?, semua terasa melambat haru, panas siang seperti hujan, segalanya aku belakangi dan aku dustai, menyembunyikan pertanyaan tentang apa peduli mu pada teriakan ku Tuhan?.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...