Ku kibaskan tangan kanan ku dari cahaya mu, agar tak perlu lagi kebaikan mu membuat ku malu, tapi aku tak mampu mengelak dari semua itu, dari dalam diri mu aku mencerca kuasa mu, ku abaikan segala senyum ku dari segala pemberian mu yang ku tak tahu, jika aku takjub pada neraka yang menyala-nyala, apakah itu membuat ku bangga dan bahagia?, semua terasa melambat haru, panas siang seperti hujan, segalanya aku belakangi dan aku dustai, menyembunyikan pertanyaan tentang apa peduli mu pada teriakan ku Tuhan?.
Wednesday, September 11, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment