Suatu saat aku akan memiliki sayap, tubuh ku dapat menembus setiap dinding, dan menggapai dasar laut. Aku telah menanti hadirnya Tuhan, bersama dengan ku berjalan, menceritakan segala makna dan rahasia. Aku menunggu Tuhan, menemui ku dengan senyum dan guyonan, seperti manusia yang bertemu sahabat lama. Ohhh... Waktu ku nanti-nanti, segala apa yang ku lakukan bukanlah untuk mu Tuhan, tapi karena dalam diri ku ada cinta kasih, tapi engkau pun tahu, aku ingin bersama mu, aku takut kuasa mu, aku ingin rahmat mu. Kau tahu, sudah terasa terbakar tubuh ku, otak ku telah terbongkar, dan hatiku telah runtuh. Lalu aku disini, menunggu, engkau akan menghidupkan ku lagi dimana... Apapun mengapa tak pernah kau ingin disalahkan?. Lalu kau tahu seperti apa makhluk mu, lalu aku yakin kau akan memaklumi, kuasa mu akan terjadi, sebagaimana kata hati dan takdir mu ku nanti, harap ku indah itu akan ku temui.
Wednesday, September 25, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment