Sunday, December 22, 2024

Terbangun

Ku lihat bintang dan ku terbangun dari mimpi. Aku perlu melihat bintang untuk bersadar diri. Walau sunyi, walau sendiri, inilah yang sejati. 

Monday, December 2, 2024

Api Malu

Kemanakah angin yang menyejukkan jiwa
Desir-desir menyentuh lembut bagai sutra
Tiada hati yang tak berbahasa melalui rasa
Indah senyuman bagai bunga yang mekar
Semerbak rindu bagai air yang tak tercemar
Cahaya itu kini telah terkapar dan terbakar
Terangnya terkalahkan oleh ludah sang kekar
Ketakutan dan rasa malu mencerabut akar
Bergerak malampaui bengisnya sang raja liar
Perlakuan kasar dan senjata tajam diayunkan
Malam menghening pilu mendengar jeritan
Bulan memandang matanya yang mulai pudar

Saturday, November 2, 2024

Cinta Sang Mentari

Kala itu aku bertanya pada mentari, "Kau datang kemudian pergi, tetapi tetap kembali, mengapa?".

Jawabnya, "Agar kau tak mengeluhkan keberadaan ku dan tak menangisi kepergian ku.
Andai aku bukanlah mentari, hanya sebuah lilin kecil, aku tak mampu memeluk riuh harapan mu, itu menyiksa ku. 
Aku pergi untuk menyadarkan diri dan aku datang untuk memenuhi hak cinta".

Sunday, October 20, 2024

Harapan dan Perjalanan

Bukankah beban dipundak itu ingin diringankan. 
Bukankah jebakan-jebakan setan ingin dipersempit. 
Bukankah hati itu ingin tenang dengan memandang kealamiahan.
Bukankah jiwa ingin bermain layaknya anak kecil. 
Bukankah harapan setidaknya ada sesuatu yang bisa menjadi pegangan. 
Bukankah Inilah jalannya?, bersabarlah.

Saturday, October 12, 2024

Angin Timur

Bulan memang seakan tersenyum di atas sana, menemani jiwa yang tiada asa, memandang dengan tenang segala rasa, menerima dengan luas semua makna.

Suara halus dari angin malam, bagai iringan musik yang menemani kesunyian.

Aku sendiri, bagai jiwa bebatuan, siapakah aku untuk disimpan?. 

Aku tak punya nama, siapakah yang akan memanggil ku?. 
Batu yang tergeletak di tepi sungai kecil, 
tak pernah ikut mengalir, hanya berdiam dan memandang riuh kehidupan.

Tuesday, October 8, 2024

Tanah Asing

Adakah cerita dari segala takdir ku saat ini yang menjadi titik Koda?. Orientasi yang panjang, rangkaian cerita, tiada konflik, tanpa resolusi, dan hanya kenangan?. Hai, Langit yang telah jarang ku pandang, tanah yang telah jarang ku peluk.
Kaki ku terantai dan mata ku tertirai oleh sergapan angan. 

Saturday, August 31, 2024

Keterlambatan

Menjawab soal kehidupan, bukan soal ujian. Semua keterlambatan akankah dapat diperbaiki, semua itu kuncinya ada ditangan siapa?. 

Monday, August 5, 2024

Tangan Penolong

Pembakaran jiwa jenis apa yang perlu aku rasakan untuk membersihkan seluruh karat-karat kesalahan. Apakah ini hal yang harus dilalui, ataukah ini hal yang bisa dihindari. Terasa gelap, terasa berantakan, aku ingin menceburkan diri sepenuhnya pada kolam ketenangan, tetapi di manakah letak kolam itu?. 

Monday, July 22, 2024

Keterbalikan Realita

menolehlah pada ku duhai angin malam
Tak akan ku biarkan ada yang tersisa
Sepenuh diriku untuk kau bawa pulang
aku menghilang dan tiada yang mengenal
Menanti musim hujan yang akan datang
Perkataan yang pernah kau pertanyakan
Apa itu angin surga? 

Aku sangat rindu aku sangat kehausan
Tetapi aku berpuasa untuk mengingat semua
Itulah kewajiban yang seakan diturunkan langsung dari langit untuk ku
Mungkin Tuhan sedang mengajari jiwaku agar lebih dewasa
Mungkin aku telah batal secara ruhani tetapi masih sah dalam jasad
Bagai orang yang berpuasa hanya menahan lapar dan haus
Waktu berbuka ku akan terhidang dengan wajah yang berbeda
Aku akan terbiasa dengan apa yang ada di sampingku
Aku yakin tentang suatu saat
Pilihan ku bagaikan bunga yang sempurna
Aku yang akan menatanya dengan indah di ruang rasa
Aku akan menggenggamnya kemanapun aku pergi
Dan aku tak akan melepaskannya

Sunday, July 21, 2024

Batas Pandangan

Dalam mengambil keputusan, biasanya yang dilakukan adalah mengukur kemampuan, sudah saatnya visioner atau masih saja pragmatis. Apakah yang tercerabut dalam hidup, sehingga rasa syukur berkurang, lebih banyak mengeluh?.
Ketidakwarasan karena "al-anwal" mulai berkonsekuensi terhadap "al-anfus". Kompromi dengan entitas yang selalu memberi atau merugi dengan transaksi yang tiada janji.
Terkadang "iman" dapat diukur dengan seberapa visioner hidup kita, dan "kafir" bolehkah dikata seberapa pragmatis hidup kita?.
Pepatah yang sangat menyayat hati, "orang yang menginginkan semuanya, biasanya tidak mendapatkan semuanya".
Ataukah "yang ingin mendapatkan semuanya, tidak akan mendapatkan satu pun?".
Kita hanya bisa melihat fokus pada satu hal. Lalu bagaimana akibatnya?

Saturday, July 20, 2024

Bukan Tentang Setia

Hai manusia,
Setia itu Aku percontohkan pada sang surya.
Bahkan, pengkhianatannya adalah ketidak-berdayaannya atas kuasa Ku, yaitu saat kiamat hendak aku wujudkan. Saat itu, semua manusia menjerit, menuduh sang surya tidak lagi setia. Tetapi sebenarnya, Akulah di balik semua cerita. Biar mereka tahu, setia itu milik Ku dan biar sang surya tahu bahwa kesetiaannya ada atas kendali Ku. Saat itu, manusia dan sang surya sama-sama menangis, mereka sadar bahwa semua kebaikan adalah milik Ku, mereka semua kemudian hanya menghadapkan wajahnya pada Ku.

Bukankah selembar daun yang jatuh ada dalam pengetahuan dan kuasa Ku, lalu mengapa seakan segenap langkah kaki dan gerak hati itu sama sekali bukan karena Ku.
Apakah manusia itu telah kehilangan iman atas takdir Ku?. Ataukah mereka merasa telah berlepas diri dari Ku?.

Biarkan Aku sendiri yang menilai hakekat hamba Ku. Karena Aku yang sungguh tahu tentang sebenarnya hamba Ku. Akulah yang terdekat dengannya bahkan dari dirinya sendiri. Akulah yang menciptakannya, akulah yang mengurusnya, siapakah yang lebih mengasihi seorang hamba kecuali Tuhan yang menciptakannya, dan Tuhannya adalah Aku.

Bukankah aku berkuasa membuat manusia sama, tetapi memang aku menghendaki berbeda. Terkadang manusia itu tidak kurang pengetahuan, hanya saja kurang penghayatan.

Silahkan saja di dunia ini manusia memandang tentang kemanusiaan, moral, pidana, perdata, adat, dan sebagainya. Tetapi jangan melupakan, Akulah Hakim yang sesungguhnya, karena Akulah yang sungguh mengetahui persoalan. Mata manusia hanya aku taruh pada permukaan, dan Akulah kedalaman, Akulah keadilan.

Jalani saja keputusan hidup yang menurut mu lebih baik dan berharaplah pada Ku.
Akulah yang membuat manusia menangis dan tertawa.
Akulah yang membuat manusia berani dan takut.
Akulah yang membuat manusia saling memaafkan.
Akulah yang menumbuhkan diantara mereka kasih sayang.
Akulah yang mengatur siang dan malam.
Akulah yang menyatukan dan memisahkan.

Gelap itu tidak selalu malam, siapa tahu kita bangun tidur saat terjadi gerhana matahari, atau tiada celah-celah cahaya yang masuk ke ruang hati, karena kita menguncinya dengan rasa benar sendiri. Kita punya hak untuk memutuskan apa yang menurut kita lebih baik untuk diri kita. Semoga Tuhan membuat semua jiwa menjadi ridho. 

Wednesday, July 17, 2024

Petunjuk

Ya Tuhan
Tiada yang lebih mengerti tentang diri ku kecuali diri Mu, karena Engkaulah pencipta ku. Engkaulah yang terdekat dan paling pengasih.
Ku mohon pertolongan dan petunjuk
Engkaulah yang mengatur jalan hidup
Engkau pemegang takdir dan kehendak doa
Dari Mu asal segala sesuatu, kembali kepada Mu pula segala sesuatu itu.
Ampuni segala dosa dan kecewa
Engkaulah arah satu-satunya dalam bergantung, segalanya bisa berubah, tetapi Engkaulah Tuhan yang menetapkan.
Ku mohon pertolongan

Sunday, May 12, 2024

Takdir Pelabuhan

Tuhan,
Engkaulah yang sebenarnya satu-satunya tempat berharap.
Kepada Mu sebenarnya tujuan setiap makhluk.
Setiap keindahan hanyalah percikan dari pancaran keagungan Mu.

Apakah Kau membuat ku tersiksa dengan segala keindahan Mu?
Aku telah mabuk hanya dengan setetes lautan cahaya mu.
Aku telah berantakan dengan itu dan melupakan Mu.

Jika memang takdir ku
Perteguh keyakinan ku
Bukalah jalan Mu
Jika bukan bagian ku
Selamatkan hati ku
Padamkan api itu.


Bukankah aku termasuk hamba mu?.
Bukankah aku termasuk pengemis itu?.
Apakah yang aku punya jika nafas pun aku tak berkuasa?.
Sehelai rambut yang tertanam pun bukan aku yang melakukan.
Lalu siapakah aku jika bukan pengemis di hadapan mu?, Tuhan.

Sekarang aku memohon bantuan, sebagaimana satiap hari aku meminta, tetapi saat ini aku merasa sungguh sedang pusing, tentang apa yang selayaknya aku lakukan. Siapakah yang sebenarnya perlu aku kenal kecuali diri ku sendiri, sehingga aku sadar perlu mengenal dan mendekat pada Mu, Tuhan. Walau sebenarnya aku tak berlangkah dan mati, dan Engkalulah yang ada dan satu-satunya.

Tetapi umur mulai mengganggu, terkadang hati pun ingin bergurau. Dengan cara apakah aku tahu bahwa aku pantas atau belum, layak atau tidak?.
Apakah aku harus bercermin, sambil mulai menghitung bulu mata yang terkadang jatuh.

Tolong aku Tuhan, aku benar-benar merasa bimbang dengan semuanya.

Teguhkan hati ku, tuntunlah jalan ku dengan kelembutan Mu.
Maafkan aku, Tuhan.

Wednesday, April 24, 2024

Perginya Luka

Seberapa ada diri ku di mata itu
Ada atau tiada pentingnya aku
Kehadiran yang membebani
Pencapaian yang tak dihargai

Cinta dan benci
Terasa transaksi
Rugi dicaci
Untung disanjung
Manis dipeluk
Pahit ditusuk

Yang kau beri kasih sayang
Atau yang kau hitung uang

Akankah aku akan menjadi rumah
Sebagi tempat kembali walau payah

Senyuman yang terukir dengan harapan
Pemberian yang tersaji dari kepedulian
Tangisan yang datang dari kenyataan
Bagai makanan basi yang dihidangkan

Langkah yang tak mengenal tujuan
Pelarian dan Penolakan perbudakan
Cinta di hati tetapi harga diri di kaki
Biarlah cinta itu tinggal di sana
Tetapi aku akan pergi menjauhinya

Tuesday, February 27, 2024

Hai world, give me words

Suara itulah yang selama ini ku tunggu
Kata-kata yang mencairkan hati beku
Dari mata itulah aku ingin bercermin
Menghangatkan dunia yang lama dingin

Hai semesta, berilah aku kata-kata !

Aku telah lama berdiam
Menunggu pesan dari alam
Ku tunggu panggilan itu
Ku nanti sapaan itu
Sampai saat ini

Ada sekian alasan
Ada sekian jawaban
Tetapi suara itu tak terdengar

Aku tak mampu membaca raut wajah rasa
Aku tak tahu rahasia yang di dalam dada
Buatlah semuanya menjadi jelas dan nyata
Agar aku pun bersuara

Duhai semesta, jangan diam saja
Berilah aku keringanan
Jangan siksa aku dengan keraguan
Kuatkan aku dengam karunia mu
Ku mohon, tolonglah aku.



Monday, February 26, 2024

Menuju Pagi

Aku dengan waktu sebelum terbit matahari, mencoba merasakan sapaan alam dan kesejukannya. Mencoba mengalihkan ingatan dari wajah yang sering nampak sebagai impian. Memang, senyuman itu merangkum segala hiasan langit, atap tak mampu menghalingi ku dari rindu, hanya kenyataan yang membuat ku bisu.

Dahulu, dikisahkan seorang pemuda yang begitu mencintai istrinya, hingga tiba waktunya sang istri pergi meninggalkannya, katidak-cocokan gaya hidup, merasa sang suami banyak kekurangan. Pemuda itu pun menyetujui permintaan sang istri karena tidak mau menjadi beban baginya, tapi pemuda itu belum tahu arti perpisahan, hari demi hari dia belum sadar apa yang sebenarnya terjadi, begitu minggu berganti minggu bulan berganti bulan dia mulai sadar apa arti perpisahan itu.

Dengan berbagai alasan siapa yang benar dan siapa yang salah tidak lagi berarti, dia merasa bersalah karena tidak memiliki kemampuan sebagaimana yang sang istri harapkan, kini dia hanya dapat memandang langit dengan kekosongan.

Dia mendatangi mantan istrinya, memintanya kembali, berharap segalanya dapat diperbaiki. Tetapi dengan mata yang tak lagi sama, mantan istri tersebut ternyata telah memiliki calon suami.
Mengemislah dia padanya, "akulah orang yang paling mencintai mu di dunia, selain keluarga mu. Orang lain hanya tahu awal mu, akulah yang lebih mengetahui tentang mu, dan aku menerima mu, aku masih sangat mencintai mu."
Mantan istri tersebut sambil tersenyum sinis berkata, "jangan sok tahu, sudahlah, semua telah terlambat dan selesai."


Wednesday, January 31, 2024

Cincin Langit

Kepada benda kecil itu, aku meletakkan sebutir harapan, karena aku takut dengan kekecewaan, namun siapa yang tahu penggenap perjalanan?.

Mata terasa teduh melihat warna itu, hati merasa tenang dengan keyakinan, aku ingin bersama, bersatu menuju ke yang terdalam dan tertinggi, agar tiada lagi kata mati dan segalanya menjadi abadi.

Dengan kata sederhana, aku menyisipkan rasa, dengan segala alasan aku merahasiakan perasaan, dan dengan mata yang tak bersungguh-sungguh aku menyembunyikan rapuh. Aku ingin merasa ada, walau hanya menebarkan sedikit keharuman di wajah itu.

Aku sedang membangun keberanian, menata bambu-bambu, untuk menyeberangi rentang waktu, terkadang kau bagaikan sungai yang deras mengerikan, tetapi terkadang seperti sungai kecil yang menentramkan.

Selamat datang atau selamat jalan,
Semuanya ku hadapkan pada Sang Kebenaran.

Monday, January 8, 2024

Jatuh dan Bangkit

Ayo, Hai manusia yang sedang patah
Sudah lama engkau terbaring lemah
Sudah lama engkau memandang rendah
Diri mu sendiri yang terasa tak berarah.
Ayo, cobalah untuk bangkit
Jangan segalanya kau ungkit
Kau hanya akan tambah sakit
Kasihilah diri mu sendiri sedikit.

Siapa lagi yang dapat menjadi tempat mendengar, kecuali diri mu sendiri?. 

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...