Ketidakwarasan karena "al-anwal" mulai berkonsekuensi terhadap "al-anfus". Kompromi dengan entitas yang selalu memberi atau merugi dengan transaksi yang tiada janji.
Terkadang "iman" dapat diukur dengan seberapa visioner hidup kita, dan "kafir" bolehkah dikata seberapa pragmatis hidup kita?.
Pepatah yang sangat menyayat hati, "orang yang menginginkan semuanya, biasanya tidak mendapatkan semuanya".
Ataukah "yang ingin mendapatkan semuanya, tidak akan mendapatkan satu pun?".
Kita hanya bisa melihat fokus pada satu hal. Lalu bagaimana akibatnya?
No comments:
Post a Comment