Saturday, October 12, 2024

Angin Timur

Bulan memang seakan tersenyum di atas sana, menemani jiwa yang tiada asa, memandang dengan tenang segala rasa, menerima dengan luas semua makna.

Suara halus dari angin malam, bagai iringan musik yang menemani kesunyian.

Aku sendiri, bagai jiwa bebatuan, siapakah aku untuk disimpan?. 

Aku tak punya nama, siapakah yang akan memanggil ku?. 
Batu yang tergeletak di tepi sungai kecil, 
tak pernah ikut mengalir, hanya berdiam dan memandang riuh kehidupan.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...