Monday, December 2, 2024

Api Malu

Kemanakah angin yang menyejukkan jiwa
Desir-desir menyentuh lembut bagai sutra
Tiada hati yang tak berbahasa melalui rasa
Indah senyuman bagai bunga yang mekar
Semerbak rindu bagai air yang tak tercemar
Cahaya itu kini telah terkapar dan terbakar
Terangnya terkalahkan oleh ludah sang kekar
Ketakutan dan rasa malu mencerabut akar
Bergerak malampaui bengisnya sang raja liar
Perlakuan kasar dan senjata tajam diayunkan
Malam menghening pilu mendengar jeritan
Bulan memandang matanya yang mulai pudar

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...