Tentang peperangan, seorang pemuda berkata, "Aku telah lemah menghadapi dunia, bagaimana mungkin aku pergi meninggalkan semua. Dahulu, banyak manusia di seberang pulau berperang, mereka membeli pedang dengan harga keputus-asaan. Tiada harapan kebahagiaan, pertumpahan darah adalah pilihan, sedangkan aku masih banyak pandangan, mimpi ku masih panjang, mengapa aku harus menantang kematian, saat banyak kenikmatan dalam penantian.
Ku tahu, Bangsa akan tegak dengan kedaulatan, pemimpin adalah penyala keharuman, dan perajurit yang setia adalah angin yang mengobarkan.
Kebenaran dan kebaikan adalah pemersatu, layaknya angin dan api yang berpadu.
Kejahatan hanya bertalikan dengan kepentingan terselubung yang tipis, setiap manusia yang dipandang memiliki hati adalah gonggongan anjing disetiap malam mereka.
Sebelum kau mengajak ku berangkat, seharusnya kau terangkan pada ku terlebih dahulu tentang arti benar dan baik.".
No comments:
Post a Comment